Umum

28 Ribu Santri di Banyuwangi Dapat Cek Kesehatan Gratis Sambut Hari Santri 2026

231
×

28 Ribu Santri di Banyuwangi Dapat Cek Kesehatan Gratis Sambut Hari Santri 2026

Sebarkan artikel ini

JATIM.IDNZONE.COM – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar program cek kesehatan gratis (CKG) bagi 28 ribu santri dari 45 pondok pesantren dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026. Program ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan warga pesantren melalui pemeriksaan kesehatan dasar, deteksi dini penyakit, hingga edukasi pola hidup sehat.

Pemeriksaan kesehatan tersebut mencakup pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia, kesehatan mata, gigi dan mulut, serta konsultasi kesehatan. Tim medis juga melakukan pemeriksaan penyakit tidak menular, seperti diabetes dan kolesterol, sekaligus membantu mendeteksi kemungkinan penyakit menular.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, program CKG merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan masyarakat, termasuk santri dan seluruh warga pesantren. Menurutnya, kesehatan menjadi faktor penting dalam mendukung proses belajar serta membentuk sumber daya manusia yang unggul.

“Santri adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus sehat jasmani dan rohani agar bisa belajar dengan baik dan menjadi sumber daya manusia unggul. Pemeriksaan kesehatan ini bukan hanya untuk mendeteksi penyakit, tetapi juga untuk memberikan edukasi agar seluruh warga pesantren terbiasa hidup sehat,” ujar Ipuk saat meninjau pelaksanaan CKG di Pondok Pesantren Gunung Jati, Kecamatan Blimbingsari, Kamis (15/10/2026).

Selain pemeriksaan kesehatan individu, tim medis memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat serta kesehatan reproduksi. Pemeriksaan sanitasi lingkungan pesantren juga dilakukan untuk memastikan lingkungan belajar lebih sehat dan mendukung aktivitas para santri.

Santri maupun warga pesantren yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan langsung mendapatkan penanganan dari tim medis. Selanjutnya, kondisi kesehatan mereka akan dipantau melalui puskesmas terdekat agar penanganan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Ipuk berharap program cek kesehatan gratis bagi santri ini tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga menumbuhkan kesadaran warga pesantren untuk menjaga kesehatan secara mandiri.

READ  Ajak Keluarga Liburan, Raline Shah Jelajahi Pesona Alam dan Budaya Banyuwang

“Melalui program cek kesehatan gratis diharapkan seluruh santri, ustaz, ustazah, dan pengurus pondok pesantren dapat terjaga kesehatannya secara berkelanjutan. Sehingga pesantren menjadi pusat pendidikan yang produktif, sehat dan berdaya saing,” kata Ipuk.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memperkuat kolaborasi dengan pondok pesantren dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan tersebut, pesantren diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat sekaligus mendukung perkembangan generasi muda.

Menurut Ipuk, pesantren memiliki peran strategis yang tidak hanya terbatas pada pendidikan agama, tetapi juga dalam pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan kemandirian generasi muda. Karena itu, ia mengapresiasi para pengasuh dan pengurus pesantren yang terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.

Selain program cek kesehatan gratis, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Banyuwangi juga diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan kalangan santri.

Agenda tersebut meliputi Festival Anak Sholeh pada 18 Oktober, Santri Mengajar pada 19 Oktober, Rembuk Santri pada 20 Oktober, Pelatihan Masjid Affiliate pada 21 Oktober, serta kegiatan Santri Entrepreneur dan upacara peringatan Hari Santri pada 22 Oktober 2026.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab Banyuwangi berharap peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam mencetak generasi yang sehat, berakhlak, mandiri, dan berdaya saing. (FSU)