BisnisUmum

NumoFest 2026 Percepat Adopsi QRIS TAP di Sektor UMKM

365
×

NumoFest 2026 Percepat Adopsi QRIS TAP di Sektor UMKM

Sebarkan artikel ini

IDNZONEJATIM.COM – Penyelenggaraan Nusantara Modest Fashion Festival (NumoFest) 2026 memasuki pekan penutupan dengan agenda yang digelar di Surabaya dan Bekasi. Festival ini tidak hanya menampilkan produk modest fashion, tetapi juga menjadi wadah penguatan ekonomi kreatif dan digitalisasi transaksi bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.

NumoFest berlangsung selama hampir tiga pekan, mulai 16 Januari hingga 1 Februari 2026, dan menyambangi sembilan kota besar di Indonesia. Dalam rangkaian tersebut, lebih dari 300 UMKM terlibat aktif dengan penerapan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS TAP untuk seluruh transaksi selama kegiatan.

Di Surabaya, NumoFest digelar pada Jumat (30/1/2026) dan dibuka oleh Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin. Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), serta PT Netzme Kreasi Indonesia sebagai mitra sistem pembayaran digital.

Arumi Bachsin dalam diskusi bertema Menata Usaha Dengan Amanah: Perempuan dan Transaksi Digital menilai digitalisasi pembayaran harus diiringi dengan prinsip transparansi dan integritas dalam berusaha. Ia menyoroti peran pelaku UMKM perempuan yang dinilai semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi keuangan digital.

Menurut Arumi, pemanfaatan sistem pembayaran digital yang aman akan memperkuat kepercayaan pasar dan membuka peluang produk lokal untuk menembus pasar internasional. Ia menyebut NumoFest sebagai momentum strategis untuk meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM berbasis budaya lokal.

Rangkaian penutupan festival kemudian berlanjut di Summarecon Mall Bekasi pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026. Beragam kegiatan digelar, termasuk talkshow komunitas Hijabersmom, fashion show modest fashion, serta penutupan resmi yang dihadiri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.

Tri Adhianto menilai NumoFest memperlihatkan potensi besar industri fashion modest sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang mampu menyerap tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian daerah. Pemerintah Kota Bekasi, menurutnya, terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem industri kreatif.

READ  Solidaritas Ojol di Situbondo, Mahasiswa Tuntut Usut Tuntas Oknum Brimob

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi dan PT Netzme Kreasi Indonesia menandatangani nota kesepahaman sebagai bentuk kerja sama penguatan sistem pembayaran digital dan transformasi ekonomi berbasis teknologi. Kerja sama ini difokuskan pada pemberdayaan UMKM, khususnya di sektor fashion dan industri kreatif.

CEO PT Netzme Kreasi Indonesia Vicky Ganda Saputra mengatakan, NumoFest menjadi sarana edukasi dan sosialisasi transaksi non-tunai bagi UMKM. Seluruh merchant peserta dibekali QRIS Soundbox Syariah (Bilal) serta aplikasi Luna POS guna meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi.

Selain pameran produk, NumoFest juga menghadirkan program literasi keuangan bagi pelaku UMKM, mencakup pemahaman tentang QRIS TAP, keamanan transaksi digital, serta pengelolaan usaha berbasis teknologi. Festival ini juga menjadi bagian dari roadshow peluncuran film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?, hasil kolaborasi Netzme, Paragon Pictures, dan Ideosource Entertainment.

Nusantara Modest Fashion Festival (NumoFest) 2026 memasuki pekan terakhir dan ditutup di dua lokasi yakni Ciputra World Surabaya dan Summarecon Mall Bekasi. Festival ini menjadi bagian dari upaya mendorong adopsi pembayaran digital di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya melalui pemanfaatan QRIS TAP.

NumoFest telah digelar sejak 16 Januari hingga 1 Februari 2026 di sembilan kota besar Indonesia, meliputi Makassar, Bandung, Tangerang, Jakarta, Solo, Palembang, Banjarmasin, Bekasi, dan Surabaya. Selama rangkaian acara berlangsung, lebih dari 300 pelaku UMKM terlibat dan seluruh transaksi diarahkan menggunakan metode pembayaran non-tunai berbasis QRIS TAP.

Pelaksanaan NumoFest di Surabaya digelar pada Jumat (30/1/2026) dan dibuka oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur Arumi Bachsin, mewakili Gubernur Jawa Timur. Acara ini juga dihadiri Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Ridzky Prihadi Tjahyanto, Head of Business & Partnership PT Netzme Kreasi Indonesia Hafid Nur Cahyo, serta Head of Product & Technology ASPI Tata Martadinata.

READ  PLN Nusantara Power Dukung Konstruksi Berkelanjutan Indonesia Lewat Jasa EPC dan Pemanfaatan FABA

Dalam talkshow bertema Menata Usaha Dengan Amanah: Perempuan dan Transaksi Digital, Arumi Bachsin menilai integritas dan transparansi menjadi faktor penting di tengah percepatan digitalisasi transaksi. Ia menyoroti peran UMKM perempuan di Jawa Timur yang semakin adaptif terhadap teknologi pembayaran digital yang aman dan akuntabel.

Menurut Arumi, perpaduan antara nilai amanah dalam berbisnis dan kemudahan transaksi digital dapat membentuk ekosistem usaha yang berkelanjutan serta dipercaya pasar internasional. Ia juga menilai NumoFest menjadi momentum untuk memperkuat posisi produk lokal agar mampu bersaing secara global.

Sementara itu, rangkaian penutupan NumoFest di Summarecon Mall Bekasi berlangsung pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026. Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari talkshow komunitas Hijabersmom, peragaan busana modest fashion, hingga penutupan resmi yang dihadiri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.

Dalam sambutannya, Tri Adhianto menyampaikan bahwa festival ini menunjukkan bagaimana kekayaan budaya Nusantara dapat diterjemahkan ke dalam karya fashion yang modern dan berdaya saing. Pemerintah Kota Bekasi, menurutnya, berkomitmen mendukung pengembangan industri kreatif sebagai penggerak ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Bekasi dan PT Netzme Kreasi Indonesia. Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat sistem pembayaran digital dan mendukung transformasi ekonomi berbasis teknologi, khususnya bagi pelaku UMKM sektor fashion dan industri kreatif.

CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky Ganda Saputra, mengatakan NumoFest diharapkan dapat menjadi sarana sosialisasi pembayaran non-tunai sekaligus mendorong perubahan perilaku transaksi di kalangan pelaku usaha. Selama penyelenggaraan pameran, seluruh merchant UMKM dibekali QRIS Soundbox Syariah (Bilal) serta aplikasi Luna POS untuk memastikan transaksi berjalan lebih aman dan efisien.

READ  Pertamina Jatimbalinus Jamin Pasokan BBM Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri

Selain pameran fashion, kuliner, dan aksesoris muslimah, NumoFest juga menghadirkan edukasi literasi keuangan bagi UMKM, termasuk pemahaman tentang QRIS TAP, keamanan transaksi, serta digitalisasi usaha. Festival ini juga menjadi bagian dari rangkaian roadshow peluncuran film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?, hasil kolaborasi Netzme, Paragon Pictures, dan Ideosource Entertainment.

Penyelenggaraan NumoFest mendapat dukungan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia di sejumlah daerah, pemerintah daerah di sembilan kota, serta pemangku kepentingan sistem pembayaran nasional. (UPM)