JATIM.IDNZONE.COM – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) terus mendorong penguatan akses perempuan terhadap pengelolaan lahan produktif melalui program Kebun Pangan Perempuan. Langkah strategis ini dinilai krusial untuk meningkatkan kemandirian ekonomi kaum perempuan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga.
Kebun Pangan Perempuan: Solusi Kemandirian Ekonomi Kaum Ibu
Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menegaskan pentingnya membuka jalan bagi ibu-ibu agar dapat mengelola sumber daya lahan secara mandiri. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada Festival 11 Tahun Hikayat Bambu di Papring, Kalipuro, Banyuwangi, Sabtu (10/10/2026).
“Ketika ibu-ibu memiliki akses terhadap lahan, mereka bisa mendapatkan penghasilan dari hasil yang dikelola sendiri. Karena itu, Kebun Pangan Perempuan menjadi salah satu program yang bisa kita dorong bersama pemerintah daerah,” ujar Veronica Tan.
Veronica menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini harus disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat dan potensi lokal setempat. Pemerintah hadir untuk menjembatani perempuan dengan:
1. Akses Pengelolaan Lahan
2. Pendampingan Sektor Pertanian
3. Peluang Pengembangan Usaha & Pasar
Menanggapi aspirasi masyarakat Kampung Papring—khususnya perempuan petani jagung—KemenPPPA siap menjajaki kolaborasi dengan pemerintah daerah serta kementerian/lembaga terkait.
“Kita perlu duduk bersama untuk mendengarkan apa yang dibutuhkan masyarakat dan mencari solusi yang bisa segera dilaksanakan. Pemerintah perlu hadir untuk membuka akses dan menghubungkan mereka dengan pihak-pihak yang bisa mendukung,” tegasnya.
Optimalkan Potensi Lokal Papring: Bambu, Batik, dan Kuliner
Selain sektor pertanian, Veronica juga menyoroti keanekaragaman potensi lokal di Papring yang bernilai ekonomi tinggi. Beberapa potensi yang layak dikembangkan untuk memperluas peluang usaha perempuan meliputi:
– Kerajinan Bambu
– Batara Batik Papring
– Kuliner Tradisional khas Daerah
Integrasi antara potensi ekonomi kreatif dan sektor pangan ini diharapkan tidak hanya mendongkrak pendapatan keluarga, tetapi juga mendukung ketersediaan pangan bergizi berbasis bahan lokal.
Pemkab Banyuwangi Siap Sulap Papring Jadi Destinasi Wisata Berbasis Komunitas
Dukungan penuh datang dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyatakan kesiapannya untuk merancang Papring sebagai destinasi wisata unggulan berbasis potensi lokal.
Rencana pengembangan kawasan ini meliputi pembangunan:
1. Ruang Terbuka Hijau & Komunitas
2. Panggung Kegiatan Seni & Budaya
3. Pasar Rakyat untuk memasarkan produk kerajinan dan kuliner lokal
“Kami melihat Papring memiliki potensi lokal yang luar biasa, terutama bambu dan beragam produk masyarakat. Kami ingin setiap tempat menjadi destinasi dan setiap kegiatan menjadi atraksi, sehingga potensi lokal dapat berkembang dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tutur Mujiono.
Kolaborasi Kunci Keberlanjutan
Sinergi antara KemenPPPA, Pemkab Banyuwangi, serta masyarakat lokal menjadi langkah nyata dalam memajukan kesejahteraan perempuan di pedesaan. Dengan hadirnya kepastian akses lahan dan pendampingan usaha, ekonomi keluarga berbasis potensi lokal di Banyuwangi optimistis terus bertumbuh secara berkelanjutan. (WDO)













