Umum

512 Santri Terdampak Keracunan, BGN Soroti Distribusi MBG Lebih dari 4 Jam

322
×

512 Santri Terdampak Keracunan, BGN Soroti Distribusi MBG Lebih dari 4 Jam

Sebarkan artikel ini
Sejumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, menjalani penanganan medis setelah mengalami gejala dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa 1 September 2026 (Foto: NET/IST)

JATIM.IDNZONE.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia membeberkan dugaan utama penyebab keracunan massal yang menimpa 512 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. Kejadian yang dipicu usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut disinyalir akibat kelalaian penerapan standar operasional prosedur (SOP) distribusi makanan.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menjelaskan bahwa berdasarkan SOP, menu MBG idealnya telah disajikan dan dibagikan ke penerima manfaat maksimal empat jam setelah proses memasak selesai.

“Hasil temuan di lapangan menunjukkan adanya pendistribusian yang berlangsung lebih dari batas waktu tersebut. Jadi seharusnya itu loading 4 jam selesai dari masak langsung dibagikan, faktanya di lapangan lebih dari 4 jam,” terang Ketut di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Ketut menegaskan bahwa seluruh hidangan MBG diolah tanpa bahan pengawet. Keterlambatan distribusi dalam rentang waktu yang lama membuat makanan sangat rentan terhadap pembusukan dan perkembangbiakan bakteri.

“Nah itulah yang menyebabkan keracunan, karena MBG ini kan nggak pakai pengawet. Jadi mudah dia basi, mudah bakterinya cepat berkembang,” tambahnya.

Lemahnya Kedisiplinan Petugas Lapangan
Sebenarnya, BGN telah menerapkan mekanisme pengawasan ketat dua kali sehari pada waktu-waktu krusial, yakni pukul 17.00 WIB saat bahan makanan tiba dan pukul 02.00 WIB saat proses memasak dimulai. Namun, Ketut mengakui masih ada celah akibat ketidakdisiplinan oknum petugas di lapangan.

“Kenyataannya masih ada di beberapa daerah orang-orang ini, anak-anak kita ini, kepala-kepala SPPG ini, termasuk PIC-PIC. Termasuk ada juga sekolah-sekolah yang tidak tepat waktu dalam membagikan MBG melebihi batas waktu yang ditetapkan,” tegas Ketut.

512 Santri Terdampak, SPPG Dihentikan Sementara
Berdasarkan data BGN per Rabu (2/9/2026), total santri yang terdampak insiden ini mencapai 512 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 312 santri telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, 120 santri masih menjalani observasi, serta 80 santri lainnya masih harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

READ  PGN Area Semarang Suplai Gas Bumi ke Pabrik Produsen Sepeda, Dukung Industri Ramah Lingkungan

Atas kejadian ini, BGN bersama dinas kesehatan setempat langsung melakukan investigasi mendalam. Sebagai tindakan tegas, BGN memberikan sanksi penghentian operasional sementara terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan di lokasi tersebut. (XTK)