EkonomiPemerintahanUmum

Transformasi Digital dan AI Diyakini Perkuat Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

328
×

Transformasi Digital dan AI Diyakini Perkuat Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi AI

JATIM.IDNZONE.COM – Transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Pemerintah memperkirakan adopsi teknologi digital dan AI berpotensi menambah laju pertumbuhan ekonomi nasional hingga 1 persen.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mengatakan digitalisasi dan AI menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatan ekonomi global.

“Kalau ini bisa kita dorong terus, tambahan pertumbuhan ekonominya antara 0,8 persen sampai 1 persen,” ujar Ferry, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Menurut Ferry, tambahan pertumbuhan tersebut akan didorong oleh berkembangnya industri pusat data (data center) serta peningkatan produktivitas di berbagai sektor ekonomi. Meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital diperkirakan mampu memacu investasi baru sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi yang memiliki nilai tambah.

Selain membangun ekosistem AI, pemerintah juga terus mempercepat transformasi digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pelaku usaha sekaligus memperluas akses pasar melalui pemanfaatan teknologi digital.

Pemerintah juga memperkuat kerja sama internasional guna menarik investasi dan mengadopsi praktik terbaik dalam pengembangan ekonomi digital. Kolaborasi dilakukan melalui berbagai forum global, seperti OECD, BRICS, ASEAN, serta organisasi internasional lainnya.

Menurut Ferry, tata kelola yang kuat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia. Di sisi lain, transformasi digital dan pengembangan ekonomi hijau diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.

“Tata kelola yang kuat menjadi kunci untuk menarik lebih banyak investasi serta menjadikan transformasi digital dan ekonomi hijau sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru,” katanya.

Optimisme pemerintah terhadap prospek ekonomi nasional juga mendapat dukungan dari sejumlah lembaga internasional. Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan World Economic Outlook edisi Juli 2026 mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada tahun ini, meskipun memangkas proyeksi pertumbuhan sejumlah negara berkembang lainnya.

READ  Presiden Prabowo Subianto Ulang Tahun ke-74, Banjir Ucapan Selamat dari Tokoh Nasional

IMF juga merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia dari 5,1 persen menjadi 5 persen. Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) dalam laporan edisi Juli 2026 tetap memperkirakan ekonomi Indonesia mampu tumbuh sebesar 5,2 persen. Di sisi lain, proyeksi pertumbuhan Asia Tenggara diturunkan menjadi 4,6 persen dari sebelumnya 4,7 persen.

Proyeksi tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Pemerintah menilai kondisi tersebut menjadi momentum untuk mempercepat transformasi digital dan pemanfaatan AI sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang, peningkatan daya saing nasional, serta penguatan investasi di sektor teknologi. (VFG)