Umum

Api Bakar Savana Lembah Watangan, Karhutla Bromo Sulit Dikendalikan

358
×

Api Bakar Savana Lembah Watangan, Karhutla Bromo Sulit Dikendalikan

Sebarkan artikel ini
Foto Istimewa

JATIM.IDNZONE.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, semakin sulit dikendalikan. Tiupan angin kencang dan kondisi vegetasi yang kering membuat kobaran api cepat meluas hingga membakar kawasan savana Lembah Watangan atau yang dikenal sebagai Bukit Teletubbies.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief membenarkan api telah mencapai kawasan Lembah Watangan. Kobaran api bahkan terus bergerak ke arah wilayah Malang.

“Api sudah membakar Lembah Watangan. Dan (pergerakan) api mengarah ke Malang,” kata Oemar dalam keterangan persnya, Minggu, 13 September 2026.

Oemar menjelaskan, kencangnya angin menjadi salah satu faktor utama yang membuat proses pemadaman semakin sulit. Kobaran api dapat bergerak dengan cepat dan berubah arah mengikuti tiupan angin di kawasan pegunungan.

“Angin kencang menyebabkan api menyebar sangat cepat ke dua arah,” ujarnya.

Selain faktor cuaca, kondisi medan di kawasan TNBTS juga menjadi tantangan bagi petugas. Kontur kawasan yang sulit dijangkau ditambah kabut tebal menghambat jarak pandang dan menyulitkan operasi pemadaman dari udara.

“Medan yang sulit serta kabut tebal menjadi kendala utama, termasuk untuk operasi water bombing,” kata Oemar.

Tim BPBD Fokus Sekat Pergerakan Api

Di tengah kondisi tersebut, Tim Fire Rescue BPBD Kabupaten Probolinggo memprioritaskan penyekatan untuk menahan laju kobaran api. Pemadaman dilakukan pada titik-titik yang masih dapat dijangkau personel.

“Tim Fire Rescue BPBD saat ini fokus pada penyekatan dan pemadaman di titik yang bisa dijangkau,” ujar Oemar.

Kebakaran diketahui terjadi di kawasan Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Api yang sebelumnya berada di bagian atas Lembah Watangan kemudian merambat turun dan membakar vegetasi di kawasan savana.

READ  Pemprov dan DPRD Jatim Sepakati P-APBD 2025, Fokus Pendidikan, Kesehatan, dan Pengentasan Kemiskinan

Kobaran api semakin cepat meluas akibat kondisi angin yang cukup kuat. Api bahkan bergerak menuju Jemplang yang berada di wilayah Kabupaten Malang.

Situasi tersebut membuat petugas gabungan harus bekerja ekstra untuk mencegah api menjalar lebih luas. Pemadaman dan penyekatan dilakukan dari sejumlah titik yang masih memungkinkan dijangkau oleh personel.

Kencangnya angin juga memunculkan pusaran debu atau dust devil di sekitar lokasi kebakaran. Kepulan asap terlihat berputar dan bergerak mengikuti arah angin sehingga turut menyulitkan petugas dalam membaca pola pergerakan api.

Luas Area Terbakar Masih Didata

Hingga Sabtu sore, pemerintah belum dapat memastikan total luas kawasan yang terdampak kebakaran. Data luasan lahan yang terbakar masih menunggu hasil pendataan resmi dari Balai Besar TNBTS.

Di tengah kebakaran yang belum sepenuhnya terkendali, pengelola kawasan juga mengambil langkah pengamanan untuk mencegah wisatawan berada di area yang berisiko terdampak.

Balai Besar TNBTS kemudian menutup seluruh pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo. Penutupan dilakukan untuk melindungi wisatawan sekaligus memberikan ruang kepada petugas dalam menjalankan proses pemadaman dan penanganan kebakaran.

Kebakaran Bromo Terdeteksi Sejak 10 September

Karhutla di kawasan TNBTS sebenarnya telah terdeteksi sejak Kamis, 10 September 2026 sore. Titik awal api diketahui berada di kawasan savana Blok Pengol yang lokasinya berdekatan dengan Bukit Teletubbies.

Polres Probolinggo Polda Jawa Timur kemudian mengerahkan personel gabungan untuk membantu pengendalian kebakaran pada Jumat, 11 September 2026. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kobaran api menjalar semakin jauh dan memasuki kawasan hutan di sekitarnya.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar menegaskan penanganan kebakaran membutuhkan respons cepat serta koordinasi lintas instansi.

Sinergi antara petugas di lapangan dinilai penting untuk melokalisasi titik api sebelum kobaran semakin meluas.

READ  Kolaborasi BPH Migas dan PGN Pastikan Gas Bumi Tetap Andal Saat Nataru 2026

Hingga Sabtu malam, proses pemadaman dan penyekatan masih berlangsung. Tim gabungan terus memantau arah pergerakan api dengan mempertimbangkan kondisi angin, medan, serta situasi terkini di kawasan Gunung Bromo.

Pergerakan api menuju wilayah Malang menjadi perhatian serius karena kawasan TNBTS merupakan kawasan konservasi penting yang memiliki nilai ekologis sekaligus menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Timur. (LRB)