Umum

BGN Pusat Investigasi SPPG Pemasok MBG ke Ponpes Mambaul Hikam Sidoarjo

332
×

BGN Pusat Investigasi SPPG Pemasok MBG ke Ponpes Mambaul Hikam Sidoarjo

Sebarkan artikel ini

JATIM.IDNZONE.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) pusat akan melakukan investigasi langsung terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Investigasi dilakukan menyusul dugaan sejumlah santri mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan yang disalurkan melalui program MBG.

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan, tim BGN pusat dijadwalkan turun langsung ke Sidoarjo untuk melakukan investigasi lanjutan. Pemeriksaan tersebut sekaligus untuk menentukan tingkat persoalan serta status suspensi terhadap SPPG yang bersangkutan.

“Tim pusat pun akan datang hari ini juga untuk investigasi lanjut, apakah suspensi ini ringan atau berat,” kata Teguh, Rabu (2/9/2026).

SPPG Sementara Disuspensi

Sebelumnya, tim BGN Provinsi Jawa Timur bersama Koordinator Wilayah BGN Sidoarjo telah melakukan investigasi awal di lapangan. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian dilaporkan kepada pimpinan BGN pusat.

Sebagai langkah penanganan awal, BGN menerbitkan surat suspensi terhadap dapur SPPG tersebut. Dengan adanya suspensi, operasional dapur untuk sementara dihentikan.

“Per tadi pagi sudah ada surat suspend untuk dapur ini. Jadi, sementara dapur sudah tidak beroperasi,” ujar Teguh.

Menurut Teguh, penyebab dugaan gangguan kesehatan yang dialami para santri masih dalam proses investigasi dan evaluasi. BGN juga masih melakukan penelusuran terhadap menu makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat saat kejadian.

Menu yang disalurkan saat itu antara lain telur, nasi, dan tumis sayur. Sementara terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya belatung dalam makanan, Teguh menyebut temuan tersebut belum didapati dalam pemeriksaan awal.

“Ini masih investigasi dan evaluasi. Kemarin ada telur, nasi, terus tumis sayur. Kalau informasi di media sosial katanya ada belatung, itu tidak ada,” katanya.

READ  Efisien dan Ramah Lingkungan, RS Hasan Sadikin Gunakan CNG dari PGN Gagas - Dunia Energi

Suplai MBG ke 19 Satuan Pendidikan

SPPG tersebut diketahui menyuplai makanan program MBG ke sedikitnya 19 satuan pendidikan di wilayah Sidoarjo. Dua di antaranya berada di lingkungan pondok pesantren, sementara penerima lainnya berasal dari sekolah umum dan taman kanak-kanak (TK) swasta.

Khusus penerima manfaat di lingkungan pondok pesantren, jumlah makanan yang disalurkan mencapai sekitar 1.000 porsi setiap hari.

Sementara itu, perkembangan jumlah penerima yang mengalami gangguan kesehatan masih dikoordinasikan BGN dengan Dinas Kesehatan Sidoarjo dan pihak rumah sakit.

Hasil investigasi BGN pusat nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap SPPG tersebut. Evaluasi mencakup status suspensi hingga pemenuhan kembali standar operasional yang berlaku.

BGN memastikan proses investigasi dilakukan untuk mengetahui secara jelas penyebab kejadian sekaligus menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program MBG tetap memenuhi standar keamanan dan kualitas pangan bagi para penerima manfaat. (OAK)