Olah RagaUmum

Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor, FIFA Raup Pendapatan Rp244 Triliun

369
×

Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor, FIFA Raup Pendapatan Rp244 Triliun

Sebarkan artikel ini
Roberto Schmidt/AFP via Getty Images

JATIM.IDNZONE.COM – Gelaran Piala Dunia 2026 tidak hanya mengukir sejarah di atas rumput hijau, tetapi juga mencatatkan rekor fantastis di sektor bisnis. Induk organisasi sepak bola dunia, FIFA, dipastikan membukukan pendapatan terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen, yakni mencapai US$15 miliar (sekitar Rp244 triliun). Angka ini melonjak tajam melampaui target awal sebesar US$11 miliar.

Capaian impresif tersebut disampaikan langsung oleh Presiden FIFA Gianni Infantino kepada seluruh asosiasi anggota FIFA pada Sabtu (18/7/2026). Realisasi ini mencatatkan kenaikan sekitar 36% dari target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Tiket Sekunder dan Paket Hospitality Mewah Jadi Mesin Uang
Lonjakan pendapatan FIFA terutama didorong oleh tingginya penjualan tiket pertandingan dan paket hospitality premium. Tingginya antusiasme penonton global membuat permintaan tiket melampaui pasokan hingga memicu transaksi besar-besaran di pasar sekunder resmi.

Melalui mekanisme pasar sekunder tersebut, FIFA mengantongi keuntungan ganda berupa komisi 15% dari pembeli dan 15% dari penjual untuk setiap transaksi tiket resmi.

Di segmen VIP, FIFA juga memaksimalkan pundi-pundi pemasukannya. Pada laga final antara Spanyol dan Argentina di New Jersey, Amerika Serikat, FIFA menawarkan paket hospitality paling eksklusif bernama Trophy Lounge seharga US$34.500 (sekitar Rp561 juta) per orang. Harga fantastis ini mencatatkan rekor sebagai salah satu tiket pertandingan sepak bola termahal yang pernah dipasarkan FIFA.

Modal Politik Infantino di Tengah Badai Kontroversi
Besarnya pemasukan diperkirakan akan memperbesar alokasi dana bantuan bagi asosiasi anggota FIFA, meski mekanisme resminya belum diumumkan. Rekor pendapatan ini sekaligus memperkokoh posisi Gianni Infantino di tengah gelombang kritik dan kontroversi selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Salah satu polemik terpanas adalah tuduhan bahwa FIFA tunduk pada tekanan Presiden AS Donald Trump terkait pencabutan kartu merah penyerang AS, Folarin Balogun, di babak 16 besar saat melawan Paraguay.

READ  Pejabat Imigrasi Tersandung Korupsi, Agus Andrianto Jadikan Momentum Berbenah

Kendati demikian, rekor finansial ini menjadi modal politik yang kuat bagi Infantino. Ia dilaporkan telah mengantongi dukungan lebih dari 200 asosiasi anggota untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada periode mendatang.

Peluang AS Kembali Jadi Tuan Rumah dan Wacana Piala Dunia 2038
Keberhasilan komersial edisi 2026 membuka lebar peluang Amerika Serikat untuk kembali menggelar turnamen akbar FIFA. Presiden Donald Trump secara terbuka menyampaikan minatnya agar AS kembali dipilih menjadi tuan rumah edisi Piala Dunia 2038.

“Anda seharusnya memilih Amerika Serikat lagi. Kali ini kami akan meninggalkan Kanada dan Meksiko,” kelakar Trump dalam acara penyambutan pada Jumat (17/7/2026).

Selain mengincar Piala Dunia 2038, AS juga telah melakukan diskusi intensif dengan FIFA terkait potensi menjadi tuan rumah Piala Dunia Antarklub 2029.

Capaian pada edisi 2026 ini menegaskan transformasi Piala Dunia sebagai aset bisnis global bernilai ratusan triliun rupiah, di mana tiket, hospitality, dan layanan premium kini menjelma menjadi mesin pertumbuhan pendapatan baru melengkapi hak siar serta sponsor. (ADW)