Umum

Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Pesawat ATR di Pegunungan Lewat Jalur Udara

207
×

Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Pesawat ATR di Pegunungan Lewat Jalur Udara

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap salah satu korban pesawat ATR 42-500 menggunakan helikopter, Rabu, 21 Januari 2026 (Foto: Humas SAR Makassar)

JATIM.IDNZONE.COM – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Lampeso, Sulawesi Selatan, membuahkan hasil signifikan pada hari kelima. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban melalui jalur udara berkat kondisi cuaca yang mendukung, Rabu (21/1/2026).

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kelas A Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan lebih awal untuk memanfaatkan jendela cuaca yang aman di wilayah pegunungan yang dikenal ekstrem tersebut.

Evakuasi Menggunakan Metode Hoist
Helikopter Dolphin milik Basarnas dengan nomor registrasi HR-3601 lepas landas dari Makassar pada pukul 07.47 WITA. Mengingat medan di Pegunungan Lampeso yang sangat sulit dijangkau dan berada di kemiringan yang curam, tim menggunakan metode hoist—yakni mengangkat korban menggunakan kabel baja dari helikopter tanpa harus mendarat.

“Alhamdulillah, cuaca hari ini sangat mendukung sehingga evakuasi bisa kami lakukan sesuai rencana. Tidak terdapat kendala berarti dalam proses evakuasi kali ini,” ungkap Andi Sultan.

Setelah berhasil diangkat ke dalam helikopter, korban segera diterbangkan menuju Lanud terdekat untuk penanganan medis awal. Helikopter kemudian mendarat dengan aman di Makassar pada pukul 08.15 WITA. Setibanya di pangkalan, jenazah korban langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Penyisiran Berlanjut di Area Lampeso
Meskipun satu korban telah berhasil dievakuasi, operasi SAR belum berakhir. Basarnas kini kembali membagi personel ke dalam beberapa tim untuk menyisir area sekitar lokasi penemuan sebelumnya.

Dua tim utama telah dikerahkan dari Pos 9 untuk melakukan penyisiran detail di titik-titik yang dianggap masih berpotensi ditemukan korban lainnya. Untuk menjaga performa di lapangan, Basarnas juga menerapkan sistem rotasi personel secara bertahap.

READ  DPRD Surabaya Desak Bapenda Tinjau Ulang Tagihan Pajak Reklame SPBU Rp26 Miliar

“Kami akan ulangi penyisiran di titik-titik yang masih berpotensi seperti hari sebelumnya. Sebelumnya kami terkendala kabut tebal dengan jarak pandang nol, namun hari ini kami maksimalkan,” tambah Andi.

Latar Belakang Kejadian
Operasi besar-besaran ini merupakan bagian dari upaya pencarian pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT. Pesawat tersebut dilaporkan jatuh di kawasan pegunungan Sulawesi Selatan beberapa hari lalu. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan potensi SAR terus bersiaga di lokasi untuk menuntaskan misi kemanusiaan ini. (CNT)